Jumat, 01 Maret 2019


United Nations dalam kontribusinya terhadap pembangunan
Merupakan kontribusi UN (United Nations) dalam tatanan ide tentang pembangunan dan meningkatkan kesadaran negara-negara anggota akan pentingnya pembangunan untuk meningkatkan perekonomian dunia.
Prebisch-Singer ( 1968 ) mengatakan bahwa : perdagangan antara produksi pokok dan manufaktur antara negara-negara maju dan berkembang saling ditingkatkan.

1960 : dekade pembangunan
Digagas langsung oleh John F. Kennedy dan UNGA ( United Nations General Assembly ) membahas tentang pembangunan, industrialisasi di negara berkembang, produksi pertanian, tingkat minat baca dan buta aksara di negara-negara berkembang, serta krisis, kemiskinan dan kelaparan.

Pasca 1960
Pada tahun 1962 mulai diterbitkannya bluebook  tentang bagaimana dunia bersama-sama mengatasi masalah pembangunan, dengan target GNP sebesar 5%, serta mengatasi masalah  kasus polio dan kematian yang tinggi.

1970
  • Fokus terhadap para buruh,
  • Diadakannya konferensi tentang lingkungan, kesejahteraan pangan, dan populasi,
  • Serta lapangan pekerjaan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sini mulailah negara-negara berusaha untuk meningkatkan kesadaran akan pembangunan.

Adanya keinginan untuk membentuk NIEO ( New International Economic Order ), yaitu usaha untuk membentuk tatanan ekonomi dunia yang baru, seperti  Asian Miracle. Hal ini dimulai dari pasca krisis tahun 1970an di Amerika dan perang selama 6 Hari di Timur Tengah yang mengakibatkan naiknya harga minyak.
Namun hal tersebut gagal, karena harga minyak kembali stabil dan negara-negara maju mulai menguasai sumber daya alam tersebut.

1980-1990
  • *    Terjadinya guncangan ekonomi di Amerika Latin dan Sub Sahara, yang berawal dari guncangan pada Asian Miracle.
  • *            Terjadi devaluasi mata uang “Yen” .
  • *           Bad impact of structural adjustment in Africa and Latin America.
  • *           China dan India Raising dan mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat.
  • *           Negara-negara mulai tertarik dengan isu pembangunan
  • *         Terbentuknya OECD program, Jepang mulai mengajak negara-negara maju untuk bergabung pada fokus masalah pembangunan.


2000an
*      Terbentuknya target-target dalam mencapai pembangunan dunia dalam Millineum Development Goals ( MDG’s ) dalam target 7 pencapaian, seperti kemiskinan, kematian ibu hamil dan anak-anak, dan lain sebagainya.

2015-sekarang
*      Mulai merancang target-target pembangunan yang lebih baik lagi dan lebih kompleks dari sebelumnya yaitu MDG’s dalam penerapannya, yang dimuat dalam Sustainable Development Goals ( SDG’s ) dalam target 17 pencapaian, seperti kemiskinan, kelaparan, pembangunan tata ruang kota, iklim, sanitasi air, kesetaraan Gender, pendidikan yang berkualitas dan lain sebagainya.

SDG’s No 2 : mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan pertanian berkelanjutan.

*     Target dan indikator
Pada tahun 2030, upaya untuk mengakhiri kasus kelaparan di negara-negara berkembang, terutama negara Sub Sahara Afrika, dan upaya untuk mencapai ketahanan pangan melalui produktifitas pertanian yang berkelanjutan.

*     Progress, info dan kasus
Tahun 2016, 26 negara mengalami kenaikan tingkat harga pangan yang tinggi maupun sedan, yang berdampak negatif terhadap ketahanan pangan di negara tersebut, anak-anak mengalami Stunting ( tinggi badan yang rendah untuk usia mereka ) dan Wasting ( berat badan rendah untuk tinggi badan ),dan bantuan untuk pertanian yang menurun dari tahun sebelumnya, serta orang-orang yang mengalami kekurangan gizi meningkat dari 10,6% pada tahun 2015 menjai 11% pada tahun 2016.

Dengan kasus yang terjadi di negara-negara Afrika, terutama Somalia terus dilanda kelaparan dan kekurangan gizi yang sangat drastis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

United Nations dalam kontribusinya terhadap pembangunan Merupakan kontribusi UN ( United Nations ) dalam tatanan ide tentang pembangun...