United
Nations dalam kontribusinya terhadap pembangunan
Merupakan
kontribusi UN (United Nations) dalam
tatanan ide tentang pembangunan dan meningkatkan kesadaran negara-negara
anggota akan pentingnya pembangunan untuk meningkatkan perekonomian dunia.
Prebisch-Singer
( 1968 ) mengatakan bahwa : perdagangan antara produksi pokok dan manufaktur
antara negara-negara maju dan berkembang saling ditingkatkan.
1960 : dekade pembangunan
Digagas
langsung oleh John F. Kennedy dan UNGA ( United
Nations General Assembly ) membahas tentang pembangunan, industrialisasi di
negara berkembang, produksi pertanian, tingkat minat baca dan buta aksara di
negara-negara berkembang, serta krisis, kemiskinan dan kelaparan.
Pasca 1960
Pada
tahun 1962 mulai diterbitkannya bluebook tentang bagaimana dunia bersama-sama mengatasi
masalah pembangunan, dengan target GNP sebesar 5%, serta mengatasi masalah kasus polio dan kematian yang tinggi.
1970
- Fokus terhadap para buruh,
- Diadakannya konferensi tentang lingkungan, kesejahteraan pangan, dan populasi,
- Serta lapangan pekerjaan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sini mulailah negara-negara berusaha untuk meningkatkan kesadaran akan pembangunan.
Adanya
keinginan untuk membentuk NIEO ( New
International Economic Order ), yaitu usaha untuk membentuk tatanan ekonomi
dunia yang baru, seperti Asian Miracle. Hal ini dimulai dari pasca
krisis tahun 1970an di Amerika dan perang selama 6 Hari di Timur Tengah yang
mengakibatkan naiknya harga minyak.
Namun
hal tersebut gagal, karena harga minyak kembali stabil dan negara-negara maju
mulai menguasai sumber daya alam tersebut.
1980-1990
Terjadinya guncangan ekonomi di Amerika
Latin dan Sub Sahara, yang berawal dari guncangan pada Asian Miracle.
Terjadi devaluasi mata uang “Yen” .
Bad
impact of structural adjustment in Africa and Latin America.
China dan India Raising dan mengalami
pertumbuhan ekonomi yang pesat.
Negara-negara mulai tertarik dengan isu
pembangunan
Terbentuknya OECD program, Jepang mulai
mengajak negara-negara maju untuk bergabung pada fokus masalah pembangunan.
2000an
2015-sekarang
SDG’s No 2 : mengakhiri kelaparan,
mencapai ketahanan pangan, dan pertanian berkelanjutan.
Pada
tahun 2030, upaya untuk mengakhiri kasus kelaparan di negara-negara berkembang,
terutama negara Sub Sahara Afrika, dan upaya untuk mencapai ketahanan pangan
melalui produktifitas pertanian yang berkelanjutan.
Tahun
2016, 26 negara mengalami kenaikan tingkat harga pangan yang tinggi maupun
sedan, yang berdampak negatif terhadap ketahanan pangan di negara tersebut,
anak-anak mengalami Stunting ( tinggi
badan yang rendah untuk usia mereka ) dan Wasting
( berat badan rendah untuk tinggi badan ),dan bantuan untuk pertanian yang
menurun dari tahun sebelumnya, serta orang-orang yang mengalami kekurangan gizi
meningkat dari 10,6% pada tahun 2015 menjai 11% pada tahun 2016.
Dengan
kasus yang terjadi di negara-negara Afrika, terutama Somalia terus dilanda
kelaparan dan kekurangan gizi yang sangat drastis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar